menanti senja

cuma tentang sepotong senja yang dititipkan pada saat senja mulai menepi, cuma tentang cerita biasa dalam hidup yang biasa, tentang rasa yang biasa dan tentang asa yang juga biasa dalam jalinan takdir biasa manusia...

Saturday, July 15, 2006

Bagaimana kutolak...?

...Rasanya kemarin baru saja kau beri aku sepotong hati untuk kusimpan rapat-rapat. Tapi, badai datang dan beraikan sepotong hati yang kau titipkan. Ah,..mungkin rinduku tak cukup untukmu. Sesaat aku terantuk sepi dan meresapi luka dengan tangis diam-diam.

:)Tiba-tiba, merpati itu datang sembari membawa secarik rindu yang kau torehkan di daun lontar yang kukirim untukmu waktu lalu. ''Maaf untuk rindu yang tak selesai kemarin, aku terapung dalam bimbang dua hati yang kuraih, kini bolehkah aku memiliki lagi sepotong hatimu, aku janji akan menyimpannya dengan rapat dan tak akan membuatnya pecah berderai, aku janji demi asa yang kemarin tak akan membuatmu menangis diam-diam karena aku ingin kau menyandarkan penatmu di pundakku dan izinkan aku merasai pijatanmu saat aku penat''

:* Ah..kalau sudah begitu, bagaimana lagi aku bisa menolakmu menjadikanku bintang di hatimu, bagaimana lagi aku bisa membiarkanku berdiri di depan pintu hatiku dengan mata elangmu itu, aku tak mungkin bisa menolak pinanganmu itu, karena aku memang inginkan kamu...

:> Jadi biarkan satu bait rindu ini terangkai jadi satu bait puisi yang akan selalu menjadi penawar rindu saat kita berjarak? Setujukah kamu?

Di Satu Bintang

Di satu bintang itu aku mematri asa
Di satu bintang itu aku menagih janji
Pada bianglala yang melintasi sepi
Di satu bintang itu aku memagut rindu
melepaskan dahagaku akan kamu...

Dan aku hanya ingin menunjuk satu bintang
Untuk kutempatkan di satu ruang rindu di hatiku....
Maukah kamu menjadi bintang itu...?



Photobucket - Video and Image Hosting