Bagaimana kutolak...?
...Rasanya kemarin baru saja kau beri aku sepotong hati untuk kusimpan rapat-rapat. Tapi, badai datang dan beraikan sepotong hati yang kau titipkan. Ah,..mungkin rinduku tak cukup untukmu. Sesaat aku terantuk sepi dan meresapi luka dengan tangis diam-diam.
:)Tiba-tiba, merpati itu datang sembari membawa secarik rindu yang kau torehkan di daun lontar yang kukirim untukmu waktu lalu. ''Maaf untuk rindu yang tak selesai kemarin, aku terapung dalam bimbang dua hati yang kuraih, kini bolehkah aku memiliki lagi sepotong hatimu, aku janji akan menyimpannya dengan rapat dan tak akan membuatnya pecah berderai, aku janji demi asa yang kemarin tak akan membuatmu menangis diam-diam karena aku ingin kau menyandarkan penatmu di pundakku dan izinkan aku merasai pijatanmu saat aku penat''
:* Ah..kalau sudah begitu, bagaimana lagi aku bisa menolakmu menjadikanku bintang di hatimu, bagaimana lagi aku bisa membiarkanku berdiri di depan pintu hatiku dengan mata elangmu itu, aku tak mungkin bisa menolak pinanganmu itu, karena aku memang inginkan kamu...
:> Jadi biarkan satu bait rindu ini terangkai jadi satu bait puisi yang akan selalu menjadi penawar rindu saat kita berjarak? Setujukah kamu?
:)Tiba-tiba, merpati itu datang sembari membawa secarik rindu yang kau torehkan di daun lontar yang kukirim untukmu waktu lalu. ''Maaf untuk rindu yang tak selesai kemarin, aku terapung dalam bimbang dua hati yang kuraih, kini bolehkah aku memiliki lagi sepotong hatimu, aku janji akan menyimpannya dengan rapat dan tak akan membuatnya pecah berderai, aku janji demi asa yang kemarin tak akan membuatmu menangis diam-diam karena aku ingin kau menyandarkan penatmu di pundakku dan izinkan aku merasai pijatanmu saat aku penat''
:* Ah..kalau sudah begitu, bagaimana lagi aku bisa menolakmu menjadikanku bintang di hatimu, bagaimana lagi aku bisa membiarkanku berdiri di depan pintu hatiku dengan mata elangmu itu, aku tak mungkin bisa menolak pinanganmu itu, karena aku memang inginkan kamu...
:> Jadi biarkan satu bait rindu ini terangkai jadi satu bait puisi yang akan selalu menjadi penawar rindu saat kita berjarak? Setujukah kamu?

