Masih sulit kau memahami bibir
yang bicara dan berubahnya roman muka
Pandang mataku saat bicara lihat
pipiku akan kau lihat ribuan jejakmu
jika enggan untuk bicara diam
akan katakan lebih dari maksudnya
Tentu kau tahu api sulit padam jika membara
Besarnya ombak tergantung dari angin yang mendera
Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya meneteskan air mata
Kau tahu, ku tak ingin kau mengalami:
Mengawali hidup dengan rasa sakit,
menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan,
menjalani cinta dengan kekhawatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta itu indah
mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya
kesedihan didalamnya pun
indah jika benar-benar mencinta
Karena tiap manusia hanya mencintai dirinya
Tak perlu merasa terancam
Aku tidak sedang menodongkan cinta
Aku hanya bercermin padamu
Aku tak ingin hidup dalam manisnya dusta
Apa engkau takut pada kata-kata
yang terganti tajamnya goresan pena
Ataukah pada tajamnya
kata-kata kebenaran dan kejujuran?
Jangan mengiba seperti tanah gersang memandang langit
Jangan takut tajamnya pena tak mengiris urat nadi
Yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan yang terlalu dekat
dengan cinta akan menangis seperti awan
Api menghangatkan tapi jangan terlalu dekat luka bakar
selalu terasa menyakitkan
Menurutmu cinta adalah jawaban akhir dari segalanya
Penolakan bukan vonis mati bagi terdakwa, bagiku
seperti kebangkitan setelah mati
Awal cerita barulah dimulai
Jika kau bersikeras anggaplah cupid
membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Bila masih sulit untuk percaya,
basuhlah muka, hiruplah
napas dalam,dan pejamkan mata,
jalan ini masih panjang
untuk ditempuh
sent by dye on Tue, 20 Jun 2006 02:56:52