Setujukah Kamu...?
Membaca hatimu lewat cerminan goresanmu
Kadang tinggi...kadang rendah...
seperti awan yang terus bergerak mengikuti angin
Kadang kulihat pantulanmu begitu jelas
menasbihkan satu demi satu nada tentang hidup
Kadang kau memburam membiarkan cermin hatimu
terselebung embun yang semakin lama membekukanmu...
Ini hanya dialektika penawaran katamu
Kemana pun aku berhembus mengikuti angin
Aku tetap akan kembali menyusupkan penatku
diantara teduh jiwamu yang damaikan resahku.....
Karena itu....
Aku perlu belajar mengeja hatimu
satu demi satu..
hingga aku mampu menjadikannya kalimat
untuk pengantar tidur dan peneman mimpi...
Karena aku tidak bisa belajar mengejamu
kalau tak kau biarkan aku menyusun satu demi satu kata-katamu..
Setujukah kamu...?
Kadang tinggi...kadang rendah...
seperti awan yang terus bergerak mengikuti angin
Kadang kulihat pantulanmu begitu jelas
menasbihkan satu demi satu nada tentang hidup
Kadang kau memburam membiarkan cermin hatimu
terselebung embun yang semakin lama membekukanmu...
Ini hanya dialektika penawaran katamu
Kemana pun aku berhembus mengikuti angin
Aku tetap akan kembali menyusupkan penatku
diantara teduh jiwamu yang damaikan resahku.....
Karena itu....
Aku perlu belajar mengeja hatimu
satu demi satu..
hingga aku mampu menjadikannya kalimat
untuk pengantar tidur dan peneman mimpi...
Karena aku tidak bisa belajar mengejamu
kalau tak kau biarkan aku menyusun satu demi satu kata-katamu..
Setujukah kamu...?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home