menanti senja

cuma tentang sepotong senja yang dititipkan pada saat senja mulai menepi, cuma tentang cerita biasa dalam hidup yang biasa, tentang rasa yang biasa dan tentang asa yang juga biasa dalam jalinan takdir biasa manusia...

Wednesday, December 13, 2006

Menerka Hatimu

Mengintipmu dalam kelam malam lalu
Masihkah mimpi lalu membuaimu
Menghangatkan risau hatimu
yang katamu kerap mendera tidurmu

Ataukah mimpi baru sudah melafalkan syair baru?
Membangunkan asa baru sebagai titisan bidadari baru
ataukah menggurat bait nada syair yang biru?

Ntah...
aku tak mau menerka hatimu
karena aku hanya tau kau
telah melafalkan ikrar setiamu
mematrikan asa pada satu mimpi kita...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home